​Bahas AIDS, WHO Kunjungi DPRD Jateng
SOAL AIDS. Sukirman dan Adi Rustanto saat menerima kunjungan WHO Indonesia di Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (27/7/2018). (foto raka manggala syafiie)

GEDUNG BERLIAN - World Health Organization (WHO) Indonesia berkunjung ke DPRD Jateng, Jumat (27/7/2018), untuk membahas soal kesehatan seperti perkembangan penyakit AIDS dan pencegahan/ penanggulannya di daerah. Saat pertemuan, Tim Leader HIV IMS Hepatitis WHO Indonesia Tin Tin Sint mengaku pihaknya konsen pada persoalan penyakit tersebut.

Untuk itu, pihaknya ingin mendapatkan dukungan dari parlemen dan stakeholder lainnya agar dapat menerapkan program penanggulangan AIDS di daerah. Dikatakannya pula, program itu sudah dikomunikasikan dengan Kementerian Kesehatan RI.

"Seperti kita ketahui bersama, Semarang salah satu kota dengan jumlah kasus AIDS yang tinggi. Dari situ, kami akan melakukan penelitian di daerah sehingga kami bisa membawanya kembali ke Kementerian Kesehatan untuk dibahas bersama," katanya.

Dalam hal penanggulangan/ pencegahan di daerah, pihaknya menanyakan soal penyuluhan dan kader penyuluh di daerah. "Apakah ada kader-kadernya dan bagaimana soal anggaran penyuluhannya," tanyanya.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi E DPRD Jateng Adi Rustanto mengakui kasus penyakit AIDS cukup tinggi Jateng. Ia berharap WHO bisa terus memonitor perkembangan kasus AIDS di Jateng itu, sebagai bentuk dukungan/ upaya penanggulangannya.

"Kalau bicara soal kemanusiaan, sepertinya WHO perlu terus melakukan monitoring ke daerah," kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Soal kader pencegah Virus HIV/ AIDS, perwakilan Dinas Kesehatan Jateng Edi menjelaskan pihaknya sudah meminta setiap puskesmas di Jateng untuk menyediakan kadernya. Mengenai aturan, beberapa daerah sudah menerbitkan mengenai penyelenggaraan kesehatan, yang didalamnya mencakup persoalan anggaran.

"Seperti di Kota Semarang ini, sekitar 37 puskesmas sudah memiliki kader. Mengenai anggaran, ada dana dari APBN sekitr Rp 472 juta dan Rp 370 juta dari APBD untuk pencegahan penyakit. Menurut saya, anggaran itu masih belum mencukupi," kata Edi.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman mengaku sangat apresiatif dengan upaya WHO yang kini konsen dengan persoalan AIDS. Dengan adanya kunjungan WHO ke Gedung Berlian, DPRD bersama pihak-pihak terkait lainnya akan berupaya meningkatkan program pencegahannya ke setiap daerah. 

"Menemukan kasus-kasus AIDS itu perlu terus dilakukan sehingga bisa langsung ditangani. Kami berharap pula kerjasama dan komunikasi dengan WHO juga bisa berlanjut," harap Legislator PKB itu. (​setyo/ariel)