Belajar Demokrasi dengan Mengunjungi 'Rumah' Wakil Rakyat
BERI KETERANGAN. Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Set.DPRD Jateng Wirandiyo memberi keterangan kepada siswa-siswi SMP 3 Boja, Kendal.(Foto: Erwan Ramayudha)

GEDUNG BERLIAN - Ratusan siswa SMP 3 Boja, Kendal, Rabu (26/8/2018), mengunjungi Gedung Berlian DPRD Jateng. Bersama guru, mereka ingin melihat secara langsung rumah para wakil rakyat itu. Rombongan diterima Kepala Sub Bagian Risalah Hukum Paujan dan Kepala Sub Bagian Rumah Tangga Wirandiyo.

Sebagaimana diungkapkan Kepala SMP 3 Mujiono, kedatangan siswa tersebut untuk pembekalan bahan belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Dalam pelajaran itu ada materi demokrasi, di dalamnya dicantumkan segala aspirasi masyarakat disuarakan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

''Siswa bisa milihat serta mendengarkan bagaimana proses aspirasi itu disuarakan, kemudian diputuskan. Selama ini siswa mengetahuinya melalui bangku sekolah. Dengan kehadiran di sini inilah, siswa akan tahu proses pembahasan sebuah aspirasi maupun peraturan daerah,'' ucapnya.

Rombongan siswa kemudian dikumpulkan di lantai IV Gedung Berlian. Kepada mereka, Paujan menerangkan, para wakil rakyat yang duduk di DPRD Jateng merupakan hasil pilihan rakyat yang memiliki hak bersuara. Wakil rakyat itu terwadahi oleh partai politik (parpol) sebagaimana yang sudah diamanatkan dalam undang-undang (UU). Di DPRD Jateng yang memiliki 100 orang anggota tersebut, terbagi menjadi delapan fraksi (PDI Perjuangan, PKB, PKS, Gerindra, Golkar, PAN, PPP, dan Demokrat).

''Kemudian para wakil rakyat itu masuk dalam komisi-komisi (A, B , C, D, dan E). Komisi A membidangi hukum dan pemerintahan, kemudian Komisi B (perekonomian), Komisi C (keuangan), Komisi D (pembangunan), dan Komisi E (kesejahteraan rakyat). Masing-masing komisi bermitra kerja dengan eksekutif sesuai komisi pembidangannya,'' jelasnya.

Supaya pertemuan itu cair, Paujan menawarkan kepada siswa untuk bertanya. Syahrul, siswa kelas IX mempertanyakan sistem kerja anggota DPRD. Kemudian, Paujan menerangkan, Dewan yang merupakan wakil rakyat biasa menyerap aspirasi yang ada di daerahnya. Dari aspirasi itulah, kemudian dibahas dan digodok bersama Pemprov Jateng.

Setelah bertemua lebih kurang 30 menit, siswa kemudian diperkenankan masuk ke ruang utama Rapat Paripurna yang ada di Lantai IV. Wirandiyo pun menjelaskan, di ruang inilah segala masalah diputuskan. Masing-masing anggota DPRD memiliki hak bertanya dan mengemukakan pendapatnya. Kemudian siswa berpindah ke lantai III yang terbagi menjadi beberapa kompartemen atau komisi.

''Sebelum masuk di ruang paripurna, DPRD bersama mitra kerja membahas aspirasi di ruang komisi,'' terangnya.

Setelah berputar mengunjungi Gedung DPRD Jateng yang ada di Jalan Pemuda No 7, siswa masuk ke dalam bus yang kemudian pulang ke sekolahnya yang ada di Kecamatan Boja.(ervan/priyanto)