Dewan Kunjungi Perajin Gamelan Desa Ngablak Pati
KUNJUNGI PERAJIN. Komisi B DPRD Jateng mengunjungi seorang pengrajin gamelan asal Desa Ngablak Kabupaten Pati, Rabu (20/3/2019). (foto ayu andani dwi purnamasari)

PATI – Komisi B DPRD Jateng mengapresiasi seorang perajin alat kesenian asli Indonesia asal Desa Ngablak, yang berhasil membuat gamelan dengan bahan stainless steel saat berkunjung ke rumah Bapak Suwandi, Rabu (20/3/2019). Disana, rombongan dewan menyerap masukan dan keluhan Suwandi tentang kurangnya modal dan peralatan yang masih manual.

Sambil melihat hasil pembuatan gamelan, Anggota Komisi B DPRD Jateng Dyah Kartika mengatakan industri rumahan itu sangat bagus untuk melestarikan dan mengangkat potensi kesenian dan budaya lokal. “Kalau bantuan peralatan dan modal, nanti bisa dirembuk dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pati. Namun, syaratnya harus ada badan usaha atau kelompok seni dulu, kalau perorangan setau saya belum bisa,” kata Politikus PDI Perjuangan itu.

Anggota Komisi B, Sugiarto, juga mengatakan pihaknya berkomitmen untuk membantu menjembatani proses pengajuan bantuan ke dinas terkait. “Komisi B akan membantu usaha pengembangan UMKM yang ada di Jateng. Kami lihat nanti, apakah dari pusat atau dari provinsi ada aturan bantuan modal untuk UMKM. Jika ada, kami akan bantu menjembataninya,” tegas Legislator Gerindra itu.

Mendengar hal itu, Suwandi mengaku sangat berterimakasih dengan kehadiran Anggota Dewan yang melihat produk yang dihasilkannya. Soal kendala, ia juga mengaku saat ini belum mempunyai karyawan. 

Jika ada permintaan dari perorangan, ia mengerjakan sendiri dengan putra sulungnya. Dalam hal produksi, ia berharap pemerintah bisa membantu mengembangkan usahanya dengan memberikan peralatan dan modal.

“Las juga kita belum ada yang etelin, semuanya masih manual. Kami pakai bahan stainless steel juga karena bahannya murah. Saya berharap usaha bisa berkembang dan bisa berproduksi dengan skala yang besar, mengingat zaman sekarang jumlah permintaan terhadap gamelan cukup berkurang,” kata Suwandi. (ayu/ariel)