Dewan Pantau 'Saripetojo' Solo
PANTAU SARIPETOJO. Komisi C DPRD Jateng saat memonitor pemanfaatan aset eks Pabrik Es Saripetojo milik PD CMJT, Kamis (21/3/2019). (foto sunu andhy purwanto)

SOLO - Komisi C DPRD Jateng memonitor pemanfaatan aset eks Pabrik Es Saripetojo milik PD Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT), yang dikerjasamakan dengan PT Wira Taruna, Kamis (21/3/2019). Kerjasama dengan sistem Bangun Guna Serah itu berjangka waktu 30 tahun hingga 2043 mendatang. 

Menurut Ketua Komisi C DPRD Jateng Asfirla Harisanto kerjasama itu sudah berlangsung sejak medio 2013 sehingga Komisi C perlu melihat hasilnya. "Apalagi, sejak tahun lalu Dewan mendorong optimalisasi aset agar kontribusinya meningkat berkelanjutan," kata politisi PDI Perjuangan itu. 

Pada kesempatan itu, Bogi, begitu Ketua Komisi C biasa disapa, juga meminta laporan keuangan maupun neraca rugi laba perusahaan. Hal itu sekaligus untuk mengkonfirmasi laporan yang sama yang telah disampaikan ke Komisi C beberapa waktu lalu. Senada, Anggota Komisi C DPRD Jateng Bambang Eko Purnomo yang biasa disapa dengan BEP mempertanyakan beberapa data yang tidak sinkron, baik data yang dilaporkan ke Komisi C maupun antara 2 data yang disajikan. 

"Itu ada dua data yang disajikan kok isinya berbeda. Ada juga yang sulit dibaca, misalnya ekuitas. Disebutkan, modal setor baru Rp 31 miliar lebih tapi ada laba ditahan Rp 97 miliar lebih, kan harus klir, " jelas Legislator Partai Demokrat itu. 

Untuk diketahui, kerjasama di atas oleh PT Wira Taruna kemudian dikerjasamakan lagi, diantaranya dengan Swiss-Belinn Saripetojo Solo. Sebuah hotel bintang 3 dengan 136 kamar yang terletak di Jalan Slamet Riyadi, tidak jauh dari pusat bisnis maupun pariwisata dan hanya beberapa menit dari Stasiun Balapan Solo. 

Menurut Dirut CMJT Agung Rohmadi, melalui kerjasama tersebut, pihaknya mendapat kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 310 juta per tahun. "Nilainya terus bertambah karena setiap lima tahun sekali naik lima persen hingga perjanjian purna pada tahun 2043 mendatang," jelas Agung. 

Agung juga menyampaikan laporan keuangan dan laba rugi CMJT (unaudited) pada 2018 lalu antara lain total aset Rp 202,26 miliar atau naik 9,1% secara tahunan dibanding Rp 185,35 miliar (2017). Sedang laba yang dibukukan Rp 34,09 miliar atau meningkat 30% dari tahun sebelumnya (Rp 26,21 miliar). (sunu/ariel)