Dewan Soroti Persoalan Air Bawah Tanah di Kudus
AIR TANAH. Komisi D DPRD Jateng saat berkunjung ke PDAM Kudus membahas air bawah tanah, Kamis (2/2/2017). (foto fajarsari christiawan)

KUDUS – Komisi D DPRD Jateng melakukan kunjungan kerja dalam rangka revisi Peraturan Daerah Nomor 8 tahun 2011 tentang Pengelolaan Air Tanah Provinsi Jateng. Kunjungan itu dilakukan ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kudus, Kamis (2/2/2017).

“Kami ingin mencari data, saran dan masukan mengenai rencana kami yang akan merevisi Perda No 8 tahun 2011,” ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso, sembari berharap perubahan itu akan lebih mengatur tentang air permukaan dan air bawah tanah, serta lebih ke aspek pemanfaatannya.

Menanggapi hal itu, Kepala PDAM Kudus Ahmadi mengatakan bahwa di Kabupaten Kudus semuanya memiliki sumur dangkal, hanya Kecamatan Undaan yang nyaris tidak mempunyai sumur dangkal karena memang kondisi airnya payau. Lebih jauh Ahmadi menambahkan hampir semua industri mempunyai/ membuat Sumur Air Bawah Tanah sendiri sehingga yang menjadi pelanggan PDAM Kudus hanya hitungan jari.

"Untuk itu, kami mempunyai beberapa usulan untuk bisa ditindaklanjuti yakni membangun sumur resapan dan penanaman pohon di daerah tangkapan air. Kemudian, memperhatikan air sumur dangkal penduduk, jika pengambilan air tanah untuk keperluan bisnis. Yang terakhir, pengendalian periijinan tentang pengusahaan sumber daya air diserahkan ke BUMN/ BUMD," pungkasnya. (fajar/ariel)