DIALOG RADIO: Pembentukan Perda di Jateng
DIALOG RADIO. Yudi Indras Wiendarto (tengah) saat Dialog Radio: 'Pembentukan Perda di Jateng' di Lantai 3 Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (16/11/2018). (foto rahmat yasir widayat)

GEDUNG BERLIAN - Ketua Bapemperda DPRD Jateng Yudi Indras Windarto menjadi pembicara dalam Dialog Radio Elshinta 91 FM dan Fit 95.7 FM di Ruang Rapat Komisi E DPRD Jateng, Lantai 3 Gedung Berlian, Kota Semarang, Jumat (16/11/2018). Dalam dialog yang mengambil tema 'Pembentukan Perda' itu, Yudi mengatakan sebelum DPRD menyusun perda maka semua usulan perlu dikaji dan dikonsultasikan ke pemerintah pusat.

"Semua perda tak harus baru tapi juga dapat berupa pembaruan/ perubahan atau revisi. Yang penting, saat sudah disahkan, dapat diimplementasikan kepada masyarakat," kata Politikus Partai Gerindra itu.

Ia juga menyebutkan sampai sekarang ada 77 perda yang dihasilkan DPRD Jateng. Ditegaskannya, saat proses penyusunan harus sesuai dengan payung hukum atau aturan diatasnya.

"Disini, kami (bapemperda) melibatkan sejumlah pihak saat melakukan penyusunan raperda seperti akademisi, pihak profesional, tokoh masyarakat, dan pihak-pihak berkompeten lainnya," jelasnya.

Menimpali, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jateng Indrawasih menjelaskan bahwa perda itu tidak harus baru tapi lebih melihat kepentingan masyarakat umum. Bahkan, tidak menutup kemungkinan ada pencabutan perda karena dinilai tidak efisien dan tidak sesuai lagi dengan aturan/ Undang Undang diatasnya.

"Tercatat, ada empat perda yang dicabut hasil putusan MK (Mahkamah Konstitusi)," kata Indrawasih, sebagai pembicara kedua dalam Dialog Radio itu.

Dijelaskannya pula, saat perda sudah ditetapkan/ disahkan, maka nantinya harus disosialisasikan kepada masyarakat. Ia menilai hal itu penting dilakukan karena masyarakat kerap kali tidak memahami soal aturan yang telah ditetapkan tersebut.

"Kami harapkan pula semua kabupaten/ kota dapat memberi informasi mengenai semua perda yang dimiliki kepada masyarakat. Karena, biasanya masyarakat jarang sekali yang bersikap pro aktif untuk memahami aturan yang ada," harapnya. (ariel)