WEDANGAN TVRI : SMA 1 Purworejo Menyimpan Banyak Sejarah
BICARA PURWOREJO. Rukma Setyabudi menjadi narasumber dalam Wedangan TVRI: Budaya Napak Tilas SMA 1 Purworejo, Rabu (7/11/2018). (foto: ariel noviandri)

​DEMAK - SMA 1 menyimpan banyak memorabilia pajang dari masa pergerakan revolusi sampai sekarang ini. Bagaimana sekelompok pelajar yang tergabung dalam Tentara Pelajar (TP) ingin membentuk sebuah wadah pendidikan bagi para republiken. Lahirlah sekolah yang sekarang menjadi SMA Negeri 1 Purworejo. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Rukma Setyabudi saat menjadi pembicara dalam acara Wedangan di Stasiun TVRI, Pucang Gading, Kabupaten Demak, Rabu (7/11/2018).

Dalam diskusi itu, Rukma mengatakan alumni yang sukses merupakan cerminan sekolah yang baik. Maka dari itu, Rukma juga mengundang alumni serta para pelaku sejarah dalam perkembangan sekolah tersebut. Diantaranya, Ketua Paguyuban Muda Ganesha dan Alumni SMA N 1 Purworejo Drs. Dwi Wahyu Atmaji, Kepala SMA N 1 Purworejo Padmo Sukoco, dan Alumni SMA N 1 Purworejo Budi Astuti.

Rukma bercerita mengenai hal-hal yang dapat ia ambil saat menjadi guru disana. Bukan hanya nilai akademis saja yang diutamakan, melainkan nilai-nilai budi pekerti yang harus di junjung tinggi juga menjadi momok penting bagi perkembangan SMA Negeri 1 Purworejo.

"SMA Negeri 1 sampai saat ini menjadi sekolah terfavorit tidak hanya di Purworejo saja tapi juga dikawasan kedu selatan. Yang membuat saya bangga ketika menjadi guru bahasa inggris disana ialah, ketika hasil EBTANAS diumumkan ternyata sekolah kami merupakan sekolah dengan nilai tertinggi, itu yang membuat saya bangga hingga saat ini," kata Legislator PDI Perjuangan itu.

Menanggapi hal itu, Atmaji yang juga merupakan penggagas budaya napak tilas SMA Negeri 1 Purworejo mengatakan pendidikan karakter memang menjadi hal utama yang diajarkan di sana. Karena menurutnya, pintar saja tidak cukup tetapi karakter yang kuat harus dibangun agar dapat menjadi pribadi yang baik di masa depan.

"Kami sebagai alumni berusaha mendukung apa saja yang dilakukan SMA 1 Purworejo untuk membangun karakter itu salah satunya tidak melupakan jasa pahlawan yang sudah bersusah payah mendirikan sekolah tersebut. Maka dari itu, saya bersama alumni yang lain membuat napak tilas perjuangan pelajar sekaligus menyambut Hari Pahlawan. Kami menyelenggarakan event jalan 20 kilometer tanggal 11 November dengan rute melewati makam pahlawan yang ada di Kecamatan Wereng," katanya.

Ia juga menjelaskan demi mengenang jasa-jasa pahlawan, dirinya bersama alumni SMA Negeri 1 Purworejo lainnya melakukan renovasi makam pahlawan yang sudah sangat memprihatikan.

"Saya berharap generasi milenial saat ini masih mengingat dan merasakan sulitnya para pahlawan kita dulu dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa kita, seperti yang kami sedang lakukan sekarang," tambahnya.

Menambahkan pembicaraan, Padmo mengatakan dalam rangka menggali nilai-nilai kepahlawanan siswa SMA Negeri 1 Purworejo diberi tugas untuk menuliskan sejarah pejuang-pejuang yang berjasa bagi perkembangan Purworejo. Hal itu bertujuan agar siswa dapat menumbuhkan rasa empati dan semangat juang dalam diri mereka. 

"Penanaman karakter di SMA Negeri 1 Purworejo dimulai dari hal-hal kecil. Mereka kami dididik harus mengucapkan salam memberi senyum setiap hari, sopan, harus berempati, dan aktif dan responsif bukan hanya untuk siswa tapi untuk semua warga sekolah," ungkapnya. (priyanto/ariel)