Disesalkan, Peserta Tes CPNS Tak Kuasai Wawasan Kebangsaan

UNGARAN - Sekretaris Komisi A DPRD Jateng Ali Mansyur mengaku terkejut dengan paparan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jateng Arif Irwanto yang menyebutkan banyak peserta seleksi CPNS tidak menguasai wawasan kebangsaan. 

"Jadi aneh, lulusan Strata 1 (S-1) justru tidak menguasai soal-soal wawasan kebangsaan. Banyak peserta seleksi gugur karena nilai tes wawasan kebangsaannya tidak memenuhi passing grade," ucapnya.

Pada Jumat (9/11/2018), Komisi A meninjau ujian seleksi CPNS di GOR Wujil, Kecamatan Babadan, Kabupaten Semarang. Dalam seleksi itu, peserta dari eks-karesidenan Pati dan Kota Salatiga.

Berkaca dari tidak menguasainya wawasan kebangsaan, Ali meminta pemerintah untuk mengevaluasi proses pengajaran di setiap mata kuliah di perguruan tinggi. Setidaknya perlu ada penekanan agar mata kuliah wawasan kebangsaan menjadi prioritas atau sistem kredit semester (SKS) dinaikkan agar mahasiswa benar-benar menguasai.

"Kalau kita biarkan, bisa melunturkan nilai kebangsaan di saat ideologi-ideologi luar banyak yang masuk ke Indonesia," ucapnya.

Di tahap tes kemampuan dasar (TKD) para peserta akan mengerjakan soal materi Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Kepribadian Psikologi (TKP). 

Menyinggung soal pelaksanaan ujian, Ali memberi nilai positif. Dengan sistem secara online dan computerisasi, hasil tes bisa diketahui langsung oleh peserta. Dengan demikian tidak ada perasaan atau prasangka dari pelaksanaan ujian. 

Sementara Arif Irwanto menyatakan, pelaksanaan ujian seleksi CPNS kali ini berjalan lancar. Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjadi pengawas kegiatan ujian.(priyanto)