Eks Karesidenan Semarang Masih Jadi Barometer
BERI PAPARAN. Wakil Ketua DPRD Jateng Ahmadi memberikan paparan pokok-pokok pikiran DPRD dalam Musrenbangwil se-eks karesidenan Semarang di Kendal.(Foto: Ervan Ramayudha)

KENDAL – Musyawarah Rencana Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) se – eks karesidenan Semarang, Jumat (16/3/2018) dipusatkan di Kendal. Pejabat (Pj) Gubernur Heru Sudjatmoko bersama Wakil Ketua DPRD Ahmadi mengikuti kegiatan tersebut.
Jajaran bupati / wali kota, OPD beserta jajarannya wajib hadir dalam kegiatan perencanaan pembangunan tersebut yang hasilnya akan dituangkan pada rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) 2019.
Ahmadi menegaskan, dalam pokok – pokok pikiran DPRD, seperti yang di sampaikan oleh Bupati Mirna Annisa mengenai angka kemiskinan di Kendal saat ini mencapai 11,1 persen

"Saya kira angka kemiskinan ini sudah mulai menunjukkan penurunan sedikit lebih baik di bandingkan rata-rata angka kemiskinan di Jawa Tengah yang mencapai 12,5 persen oleh karena itu Kendal yang penuh dengan potensi alamnya yang luar biasa dan dengan tingkat kesadaran Sumber Daya Manusianya yang harus lebih di tingkatkan lagi," ucap dia.  

Dalam kesempatan itu pula, Heru Sujatmoko menyampaikan pokok pikiran Gubernur Jawa Tengah seperti Pemerintah Daerah harus bisa lebih memperhatikan pembangunan khususnya sarana dan prasarana fisik nanti dapat dijangkau kaum difabel, lansia serta ibu hamil,

Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sri Puryono menyampaikan kebijakan perencanaan pembangunan provinsi jawa tengah  untuk bupati / wali kota segera lakukan Forum OPD, Lintas OPD dan Musrenbang, segera melakukan perencanaan program, segera melakukan button up untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat,

"Partai politik diminta dapat memahami mekanisme perencanaan anggaran, kembangkan perdagangan, wisata dan investasi, optimalisasikan pemberdayaan aset daerah. Untuk mendorong pembangunan daerah, perlu lebi dioptimalkan pendapatan asli daerah dan optimalisasi BUMD." (ervan/priyanto)