Empat Tahun, BPR BKK Pemalang Tumbuh di Atas Satu Digit
KUNJUNGAN KERJA. Sekretaris Komisi C Tety Indarti membahas paparan Dirut BPR BKK Taman Pemalang perihak pendapatanan yang dicapai dalam setahun terakhir.(Foto: Sunu AP)

PEMALANG - Komisi C DPRD Jateng mengapresiasi kinerja BPR BKK Taman Pemalang yang mampu tumbuh di atas satu digit selama empat tahun berturut-turut dan mampu menekan rasio kredit bermasalah pada level di bawah 5%, kecuali tahun lalu naikn sebesar 5,41%.

Sekretaris Komisi C Tety Indarti mengungkapkan hal itu, Jumat (29/3/2019),  usai memimpin dialog dengan jajaran BPR BKK Taman Pemalang dan  BPR BKK Tegal Kota di kantor  BPR BKK Taman Pemalang.

Politikus Partai Demokrat itu juga mengapresiasi kinerja BPR BKK Tegal Kota yang tidak kalah bagus dan hanya melandai di sektor penyaluran kredit (hanya tumbuh 4,2%) dan perolehan labanya terjun bebas dari Rp 733 juta (2017) menjadi tinggal Rp 317 juta pada tahun 2018.

Senada, anggota Komisi C Ahmad Ridwan menambahkan, pihaknya dapat memahami  rasio kredit bermasalah (non performing loans/NPL) yang begitu tinggi pada kreditur di PD BPR BKK  Tegal Kota yang sangat tinggi dan berlanjut dari tahun ke tahun. Pada 2014 tercatat kredit bermasalah pada level 11% lebih  hingga 2016. Tahun selanjutnya tidak ada perbaikan, justru meningkat 12,5%, dan pada 2018 kemudian naik lagi menjadi 15,5%. Tingginya jumlah kredit masalah itu mengingat karakteristik pasar bank perkreditan tersebut adalah masyarakat ekonomi mikro alias sangat kecil. 

"Namun jangan karena kami (Komisi C) memaklumi lantas tidak ada upaya untuk menurunkan. Tetap wajib bagi jajaran BPR BKK Tegal Kota berusaha keras supaya tahun ini dan seterusnya kredit yang bermasalah sesuai ketentuyan Bank Indonesia, yakni di bawah 5%," tandas politisi PDI Perjuangan itu.

Menurut Haryanto, Dirut BPR BKK Taman Pemalang, aset bank selama 2014-2018 mengalami pertumbuhan  tahunan rata-rata 12,9%, yakni dari Rp 114,06 miliar (2014) menjadi Rp 173,29 miliar (2018); Dana masyarakat bertumbuh rata-rata 12,9% per tahun (Rp 89,3 miliar menjadi Rp 142,7 miliar); Kredit bertumbuh 16,2% (Rp 92,3 miliar menjadi Rp 152,2 miliar); Labanya pun tumbuh signifikan sebesar 10,4% (Rp 3,4 miliar menjadi Rp 4,8 miliar). "Rasio kredit bermasalah hanya 5,41 persen dan tahun ini targetnya di bawah 5 persen," jelasnya.

Sedangkan kinerja BPR BKK Tegal Kota tahun 2014 hingga 2018 lalu  dibeberkan Dirutnya Sridana Bawa Basuki, yaitu asetnya secara tahunan bertumbuh 17,7% dari Rp 18,1 miliar menjadi Rp 31,1 miliar; Dana masyarakat bertumbuh 20,7% dari Rp 13,3 miliar menjadi Rp 24,4 miliar; kredit bertumbuh 13,7% dari Rp 13,6 miliar menjadi Rp 21,0 miliar; Namun labanya yang dibukukan tahun lalu hanya Rp 317 juta atau anjlok 56% dari tahun 2017 sebesar Rp 733 juta.  

Dia masih punya "PR" untuk menurunkan rasio kredit bermasalah yang mencapai 15,6% ke level normal, yakni di bawah 5%. "Kami akan bekerja keras untuk itu," katanya. Sekedar info, BPR BKK Tegal Kota semula adalah BKK Tegal Kota dan menjadi BPR nbukan hasil merger dari beberapa BKK, sehingga volume keseluruhannya jauh l;ebih kecil dibanding BPR BKK hasil merger, sepertti BPR BKK Taman Pemalang.(sunu/priyanto)