Hidroponik Cocok untuk Pertanian Modern
TINJAU PERKEBUNAN. Jajaran Komisi B meninjau perkebunan milik PT HAF di Bandungan, Kabupaten Semarang.(Foto: Ariel Noviandri)

UNGARAN - Komisi B DPRD Jawa Tengah tertarik dengan konsep yang dilakukan PT Hidro Agro Farm (HAF), Kabupaten Semarang. Sebagai pengembang pertanian modern hidroponik, perusahaan dibawah naungan Yayasan Bernadus itu, tidak semata pengembangan pertanian melainkan ada sisi sosial yakni pemberian beasiswa kepada anak didik.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan Komisi B dengan perwakilan PT HAF di perkebunan milikinya yang ada di Desa Bandungan, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis (4/9/2018). Dalam kesempatan itu rombongan DPRD dipimpin Ketua Komisi B M Chamim Irfani, turut serta pula Sekretaris DPRD Jateng Drs Ign Indra Surya. Rombongan diterima Welli selaku Bagian Produksi dan Johan dari Bagian Operasional.

Chamim menjelaskan, sekarang ini konsep pertanian hidroponik berkembang pesat seiring pergeseran fungsi lahan yang tergeser untuk wilayah perkotaan maupun industri. Selain itu pula, penanaman hidroponik menghemat lahan namun saat panen tidak merugikan.

"Tujuan kami datang ini untuk mengetahui konsep pengembangan hidroponik supaya Pemprov Jateng bisa mengonsep kembali pertanian yang ada. Selain itu juga ingin mengetahui PT HAF itu apa dan siapa pemilik serta sampai mana penjualannya," ucapnya.

Welli menjelaskan, PT HAF berdiri belum terlalu lama pada 2016. Perusahaan tersebut merupakan kongsi sosial antara Yayasan Cinta Kasih, PT Nasmoco. Dengan luas lahan sekitar 5.000 meter persegi, belum seluruhnya dioptimalkan untuk hidroponik. Sisi penanamannya menggunakan lahan 500 meter persegi dan 1.000 meter persegi. Sementara baru beberapa jenis sayuran dan buah yang dihasilkan seperti tomat ceri, seladan putih dan sayuran lain. Dari panen yang didapatkan sudah dijual ke Giant, Transmart dan pusat perbelanjaan modern lain.

Sementara anggota Komisi B lain, Soekarno mempertanyakan penanaman hidroponik ada di lahan yang ada di dataran tinggi. Dataran rendah kurang bisa optimal dalam mengelola tanaman hidroponik.(ariel)