Kaukus Lingkungan Ingin Beri Sumbangsih Tata Kelola Lingkungan
TERIMA POHON. Ketua DPRD Rujkma Setyabudi menyerahkan pohon kepada Sukirman yang ditunjuk sebagai Ketua Kaukus Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(Foto: Rahmat YW)

UNGARAN - Isu pengelolaan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat saja. Pemerintah bersama DPRD juga harus ikut terlibat mendorong pengelolaan sekaligus pelestarian lingkunga. Hal tersebut menjadi tema diskusi yang disiarkan Radio El Shinta di Tlogo Resort, Tuntang, Kabupaten Semarang (6/8/2018). Dalam acara tersebut sekaligus turut dilakukan pengukuhan pengurus Kaukus Lingkungan Hidup dan Kehutanan Legislatif Provinsi Jawa Tengah dengan Ketua Sukirman yang sekarang menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah. Ketua DPRD Rukma Setyabudi melantik kaukus lingkungan hidup. Turut dalam acara itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI dan mantan pengurus Kauskus Lingkungan Hidup Legislatif Jateng, Abdul Fikri Faqih. 

Mengawal diskusi, Abdul Fikri memaparkan terbentuknya kelompok tersebut beberapa tahun silam. Dia juga menambahkan kaukus dibentuk atas kesadaran atas isu pengelolaan lingkungan termasuk sampah dan pencemaran limbah. 

"Kaukus Lingkungan Hidup dan Kehutanan Legislatif Jawa Tengah terbentuk 2 Desember 2011. Kaukus sendiri merupakan perkumpulan para anggota partai yang punya tujuan sama dalam pembangunan. Dasar pembentukan kaukus adalah kesadaran para kalangan dewan dalam penanganan lingkungan yang masih sangat memprihatinkan saat itu terutama penanganan sampah yang teroganisir, minimnya jalur hijau dan limbah air pabrik yang masih belum terkontrol dengan baik. Dengan adanya Kaukus Lingkungan Hidup membawa dampak positif dengan naiknya indeks lingkungan hidup di Jateng perlahan naik walau belum signifikan," terang dia.

Pendapat yang sama datang dari Ketua DPRD Rukma Setyabudi. Dia menyambut baik dan mengapresiasi acara pengukuhan pengurus yang baru. Menurutnya, banyaknya peristiwa bencana seperti tanah longsor dan banjir diakibatkan oleh kurangnya tata lingkungan yang kurang baik. 

"Kita melihat banyaknya bencana alam di Jateng, tanah longsor, kekeringan, banjir dan naiknya air rob sudah bentuk kurang maksimalnya pengelolaan lingkungan yang baik. Menjaga dan mengelola lingkungan bukan hanya tugas pemerintah saja namun semua kalangan harus terlibat dan harus tertangani dengan baik. Kaukus sendiri memang bukan alat kelengkapan dewan namun dia punya peran ikut andil dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutananan karena akan merumuskan progam dengan dinas terkait dalam kinerjanya," tegas legislator F PDIP itu.

Sementara Sukirman mengapresiasi penunjukkan dirinya dan anggota kaukus baru. Kelompok ini akan memberikan rancangan progam lingkungan hidup yang bisa menyokong pembangunan nasional. 

"Saya sangat mengapresiasi pengukuhan pengurus Kaukus Lingkungan Hidup, bersama dengan dinas terkait akan merancang progam yang menyokong pembangunan nasional di bidang lingkungan terutama normalisasi jalur lahan hijau, pengelolaan tempat sampah yang terkoordinir, penanganan irigasi, dan yang paling utama penanganan limbah pabrik," ujar politikus PKB.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jateng, Sugeng Riyanto menyambut baik ada reorganisasi pengurus kaukus lingkungan hidup karena sebagai pendukung moral progam yang dijalankan oleh DLHK. 

"Kaukus adalah pendukung moral dalam progam lingkungan yang kami buat, indeks kualitas lingkungan hidup di Jateng menempati nomor 2 setelah jatim namun masih banyak yang perlu dibenahi. Kendala yang menjadi tugas bersama adalah pengelolaan limbah pabrik yang mempengaruhi kualitas air dan pengembalian jalur lahan hijau agar bencana longsor dapat ditekan, tingkat polusi udara juga menjadi tantangan tersendiri mengingat naiknya jumlah kendaraan pribadi di kota besar yang ada di Jateng," kata dia.(tyo,amin/priyanto)