Komisi A Mengapresiasi Sikap Kritis Mahasiswa
TERIMA ASPIRASI. Anggota DPRD Jateng Sriyanto Saputra menerima aspirasi dari PA 212 di DPRD Jateng.(Foto: Setyo Herlambang)

GEDUNG BERLIAN - Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Sriyanto Saputro mengapresiasi sikap dari mahasiswa yang masih kritis kepada pemerintah. Baginya, roda pemerintahan perlu dikontrol supaya tidak melenceng. Demikian pula tindakan represif pun sudah selayaknya ditolak.

Penekanan itu disampaikannya di hadapan Presidium Alumni (PA) 212 Bidang Keorganisasian dan Kemahasiswaan di Ruang Pimpinan DPRD Jawa Tengah, Kamis (26/7/2018). Aspirasi yang diterima tersebut akan selanjutnya diteruskan ke pemerintah pusat untuk dijadikan bahan masukan.

"Karena tuntutannya merupakan isu nasional, kami pun akan meneruskan masalah ini ke pusat," ucap politikus Partai Gerindra.

Sebanyak 25 mahasiswa yang tergabung dari PA 212 melakukan audensi dengan DPRD Jawa Tengah. Ada beberapa penekanan yang perlu disampaikan terkait dunia akademisi. Masalah radikalisasi dan intoleransi kerap muncul di dunia kampus akhir-akhir ini. Gerakan kemahasiswaan yang tidak sejalan pemikiran dengan pemerintah akan dicap radikal, terlebih gerakan itu membawa nama Islam.

"Kami meminta Kemenristekdikti untuk mengevaluasi kembali kebijakannya juntuk dunia kampus. Banyak mahasiswa dan dosen menjadi bahan persekusi lantaran berpikiran kritis. Kami meminta DPRD sebagai wakil rakyat bisa membawa aspirasi ini supaya bisa terbangun iklim pemikiran dalkam dunia kampus," ucap Septian Wahyu Rahmanto selaku Ketua PA 212 Jateng.(tyo/priyanto)