Konflik Nelayan Jepara & Rembang Harus Diselesaikan
BAHAS NELAYAN. Komisi B DPRD Jateng saat membahas persoalan nelayan di Pemkab Rembang, Kamis (21/7/2016). (foto tyas)

REMBANG - Sebagai upaya untuk menyelesaikan konflik antar nelayan, Komisi B DPRD Jateng mengunjungi Kantor Bupati Rembang, Kamis (21/7/2016). Disana, rombongan dewan membahas mengenai perkembangan nelayan setempat.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD Jateng Yudi Sancoyo mengatakan persoalan antara Nelayan Jepara dan Rembang harus diperhatikan serius. Sehingga, ke depan persoalan tersebut tidak menjadi konflik berkepanjangan. 

"Kami, Komisi B, menerima nelayan Rembang belum lama ini beraudience dengan kami dan kami bermaksud menindaklanjuti keluhan tersebut. Karena, ini bisa berakibat buruk lagi jika tidak ditangani sejak awal dan kami juga membutuhkan pemikiran dari semua pihak yang berada disini," kata legislator Partai Golkar itu. 

Ia juga mengatakan sebenarnya sudah ada penyelesaian dari konflik tersebut dan sudah ada kesepakatan pada 11 Mei 2016. Dalam pembicaran di FORNEL (Forum Nelayan), dibahas soal jaring yang digunakan oleh nelayan Rembang sah dan ramah lingkungan. 

"Kami disini mendengarkan aspirasi dari Nelayan Kabupaten Rembang, kami juga harus mendengarkan aspirasi dari pihak nelayan dari Jepara. Bagaimana kronologi versi masing-masing pihak. Setelah itu, kami akan berdiskusi mengenai kronologi dari masing-masing pihak dimana kemudian kami akan memediasi kedua belah pihak agar mendapatkan solusi dan titik temu terbaik untuk masalah ini," katanya.

Ia juga mengatakan, "Untuk beberapa kali diskusi mengenai sengketa itu, pihak pemerintah terkait belum menemukan titik temu yang pasti karena surat tembusan yang dilayangkan oleh masing-masing pihak ke Komisi B DPRD Jateng. Tentu, itu akan diselesaikan dengan kacamata aturan, bagaimana aturan pusat berlaku, aturan masing-masih pihak terkait berlaku, dan sebagainya."

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto menilai positif terhadap apa yang dilakukan oleh semua pihak.  Bayu mengatakan, "tinggal bagaimana menggali lebih dalam lagi akar permasalahan antar nelayan dua kabupaten ini agar semua jelas serta hasilnya nanti seimbang dan tidak merugikan di salah satu pihak." 

Seperti diketahui, sengketa antar nelayan tersebut muncul atau berawal dari rasa kecemburuan dari pihak Jepara ke Rembang mengenai alat yang digunakan oleh Nelayan Rembang saat menjaring ikan di daerah kawasan laut di daerah Jepara. Nelayan Jepara merasa hasil ikan di laut mereka diambil oleh Nelayan Rembang dengan jaring yang digunakannya. (tyas/ariel)