Pembenahan Infrastruktur di Purworejo Mutlak Dilakukan
DENGARKAN ASPIRASI. Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi bersama Ketua Komisi B DPRD Purworejo Dion Agasi mendengarkan aspirasi di sela-sela reses.(Foto: Rahmat YW)

PURWOREJO - Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menggelar reses di Desa Tegal Kuning, Kecamatan Banyuurip, Purworejo, Kamis (7/8/2018). Kegiatan tersebut turut disiarkan secara langsung Radio Elshinta. Turut menyertai Rukma, Ketua Komisi B DPRD Purworejo Dion Agasi.

Rukma menampung aspirasi dari warga untuk kemudian dikaji dan diusulkan dalam rapat paripurna. Dalam reses diikuti sekitar 50 warga Desa Tegal Kuning. Banyak hal yang mengemuka dalam pertemuan tersebut. Mulai dari kesiapan Lebaran, jalan, pertanian, sampai pada pemberdayaan ekonomi.  

Politikus PDIP itu secara panjang lebar mengemukakan, Purworejo sudah selayaknya harus berbenah. Untuk tahun-tahun mendatang banyak proyek-proyek nasional dipusatkan di wilayah selatan. Karena itulah Purworejo harus bisa menikmati imbas dari proyek tersebut.

Disebutkan seperti pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulonprogo, DIY. Purworejo juga harus sedikit banyak bisa mengambil keuntungan dari pembangunan itu. Dicontohkan bagaimana Purowrejo memiliki keuntungan lebih dibandingkan Kulonprogo.

"Bandara Jogja dari kota (Jogja) berjarak 32 km, sementara dari Purworejo hanya 22 km. Lebih dekat kita. Ini peluang, masyarakat jangan jadi penonton," ungkapnya.

Pembenahaan diri daerah mencangkup keseluruhan, terlebih infrastruktur. Jalan selatan yang membelah Purworejo semestinya dioptimalkan. Sekarang ini belum tersentuh secara menyeluruh. Terbukti minimnya lampu penerangan jalan di sepanjang jalan tersebut memberi andil Purworejo belum maju.   

Menyambung itu, Dion Agasi mengemukakan, secara konsep pengembangan pembangunan nasional selain akan adanya Bandara NYIA ada dua proyek lagi berskala besar. Pertama pengembangan kawasan nasional Borobudur. Secara rencana induk, akan ada jalur khusus dari Yogyakarta menuju Borobudur. Di dalam rancangan tersebut, Purworejo masuk karena ada tiga kecamatan Loano, Bener dan Kaligesing masuk dalam pengembangan kawasan nasional itu.

Selanjutnya Waduk Bener. Proyek yang diproyeksikan menjadi waduk terbesar nomor dua sedunia akan dibangun di wilayah Purworejo. Berada di perbatasan tiga daerah, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, sepenuhnya ada di wilayah Purworejo.  

Sementara menyinggung soal Lebaran, Rukma meminta pemudik untuk berhati-hati. Berada di wilayah selatan, Purworejo merupakan titik letih. Dari arah utara menuju selatan, akan berhenti di Purworejo. Karena itulah patut diperhatikan kondisi tubuh. Rukma meminta bagi pemudik untuk istirahat, jangan dipaksakan untuk melanjutkan perjalanan. Sejumlah titik untuk rest area sudah disiapkan sedemikian rupa.

Jalannya reses berjalan lancar, sejumlah warga bertanya mengenai kondisi lingkungan. Seperti yang dilontar Agus Suryanto atau Agus Sepur mempertanyakan kebijakan pemkab Purworejo yang kurang memperhatikan seniman lokal. Kerap beberapa kegiatan kesenian justru mengundang seniman dari Jogja. Terlontar pula soal kondisi jalan daerah terutama yang menghubungkan antarkecamatan.

Rukma menjawab masalah itu sepenuhnya tanggung jawab Pemkab. Untuk jalan antarkabupaten menjadi wewenang Pemprov Jateng. (priyanto)