Permintaan Ekspor Kayu Lapis di Temanggung Lesu
TINJAU KAYU LAPIS. Ketua DPRD Dr Rukma meninjau langsung produksi kayu lapis di Temanggung.(Foto: Rahmat YW)

TEMANGGUNG - Ketua DPRD Jawa Tengah Dr Rukma Setyabudi MM berkunjung ke perusahaan kayu lapis PT  Central Java Wood Industri, di Temanggung, Rabu (27/3/2019). Kunjungan itu untuk melihat langsung kondisi ribuan buruh yang bekerja di perusahaan ekspor itu. Pimpinan perusahaan, Yanto menuturkan, pabrik yang berdiri di Desa Nguwet, Kecamatan Kranggan, Temanggung itu belakangan ini mengalami kelesuan pasar akibat menurunnya permintaan ekspor dari berbagai negara tujuan. Kondisi tersebut menjadikan ketidakstabilan produksi pabrik itu. Meski demikian, pekerja tetap memperoleh hak-hak normatifnya. Baik status, kontrak perjanjian kerja maupun jaminan-jaminan yang menjadi hak pekerja.

"Saat ini pekerja kami memang disuplai oleh sejumlah penyedia jasa tenaga kerja,namun secara bertahap kami akan meninggalkan status dan memberikan hak sesuai peraturan ", kata Yanto

Melihat kenyataan itu Ketua DPRD Jawa Tengah Dr Rukma Setyabudi menyarankan agar dalam hal hubungan antara perusahaan dan pekerjanya hendaknya sebagai mitra atau partner. Dengan demikian secara manajerial perusahaan tidak ada konflik. Perusahaan membutuhkan karyawan, demikian juga dengan karyawan membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan pekerjaan

"Selayaknya perusahaan dan pekerja itu adalah mitra,maka sebaiknya kalo ada masalah ya dirembug satu meja,nggak usah pake demo,cari solusinya jangan sampai memberatkan satu pihak, yen pada enake kan apik," saran legislator PDI Perjuangan itu.(rahmat/priyanto)