Pimpinan DPRD Menerima Kunjungan KPU Jateng
SERAHKAN DOKUMEN. Ketua KPU Yulianto Sudrajat menyerahkan laporan kinerja kepada Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi yang disaksikan Wakil Ketua Sukirman dan Heri Pudyatmoko.(Foto: Setyo Herlambang)

GEDUNG BERLIAN - Jajaran Pimpinan DPRD Jateng pada Selasa (9/10/2018) menemui Komisi Pemilihan Umum (KPU) di ruang rapat Ketua DPRD Dr Drs Rukma Setyabudi. Tujuh anggota KPU periode 2018-2023 dengan ketua Yulianto Sudrajat bersilaturahmi, memperkenalkan diri dengan DPRD.

"Kami kula nuwun, memperkenalkan diri. Dari tujuh komisioner ini hanya satu yang petahana, sisanya pendatang baru," seloroh Sudrajat.

Ketujuh komisioner KPU yang baru saja dilantik pada 24 September, setelah Sudrajat yakni Ikhwanudin (Divisi Perancangan dan Logistik), Putnawati (Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu), Muslim Aisha (Divisi Hukum), Paulus Widiantono (Divisi Pemutakhiran Pemilih), Diana Ariyanti (Divisi Sosialisasi, Parisipasi Masyarakat), dan Taufiqurrahman (Divisi SDM). Sementara dari jajaran pimpinan, setelah Rukma Setyabudi yakni Sukirman (Wakil Ketua I), Heri Pudyatmoko (Wakil Ketua III), dam Ferry Wawan Cahyono (Wakil Ketua IV).

Rukma selanjutnya melontarkan pertanyaan perihal regulasi alat peraga kampanye (APK). Secara keseluruhan yang menjadi persoalan adalah boleh tidaknya para caleg dalam membuat baliho, termasuk lokasi penempatan baliho tersebut.

Menjawab hal itu, Diana Diana Ariyanti menjelaskan, secara aturan pembuatan baliho menjadi kewenangan KPU. Telah diatur untuk caleg DPR ada 16 lokasi, DPRD provinsi ada 11 lokasi dan DPD lima lokasi. Dengan demikian, KPU Jateng akan segera membuat baliho serta penempatan lokasi pemasangannya.

Kesemua pimpinan DPRD Jateng mengharapkan ada koordinasi yang sinergis antara KPU dengan Dewan. Harapannya pada Pileg dan Pilpres 2019 bisa tercipta iklim yang harmonis dan kondusif. Termasuk soal daftar pemilih tetap (DPT), perlu ada pemutakhiran data pemilih sebelum ditetapkan. Kesuksesan pemilu turut ditunjang oleh validitas daftar pemilih.   

Taufiqurrahman menambahkan pula, perihal kotak suara nanti sesuai arahan KPU akan diubah menjadi lebih transparan. Saat ini, KPU masih fokus pada pengadaan kotak suara untuk seluruh Tanah Air.(tyo/priyanto)