​Rapat Paripurna Bahas Penyertaan Modal
BUKA RAPAT. (kiri-kanan) Taj Yasin, Ferry Wawan Cahyono, dan Heri Pudyatmoko saat rapat paripurna di Lantai 4 Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa (16/10/2018). (foto teguh prasetyo)

GEDUNG BERLIAN - Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono didampingi Wakil Ketua DPRD Heri Pudyatmoko membuka rapat paripurna di Lantai 4 Gedung Berlian, Kota Semarang, Selasa (16/10/2018). Rapat itu mengagendakan penyampaian pandangan umum fraksi mengenai Perda No. 14/2013 tentang penyertaan modal pemerintah daerah kepada BUMN/ BUMD dan Pihak Ketiga.

Agenda berikutnya mengenai jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi tersebut. Saat membuka rapat, Ferry menawarkan kepada setiap fraksi untuk membacakan atau menyampaikan laporannya.

"Apakah pandangan umum fraksi ingin dibacakan atau disampaikan," tanya Politikus Partai Golkar itu kepada seluruh anggota dewan, yang disambut dengan jawaban yakni pandangan umum fraksi hanya disampaikan saja.

Setelah itu, Ferry mempersilahkan masing-masing fraksi untuk menyampaikan/ menyerahkan laporan pandangan umumnya. Dimulai dari Fraksi PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, PKS, Partai Demokrat, PPP, PAN, dan Partai Golkar.

Kemudian, pimpinan rapat mempersilahkan Wagub Jateng Taj Yasin untuk menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi tersebut. Dalam jawabannya, Taj Yasin mengatakan bahwa penyertaan modal itu sangat penting untuk meningkatkan kinerja BUMD dan Pihak Ketiga.

"Dengan adanya penyertaan modal itu, semoga pendapatan asli daerah Jateng bisa meningkat," kata wagub, saat membacakan jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi mengenai Perda No. 14/2013 tentang penyertaan modal pemerintah daerah kepada BUMN/ BUMD dan Pihak Ketiga.

Usai penyampaian jawaban gubernur itu, selanjutnya pimpinan rapat mempersilahkan pembahasan evaluasi perda tersebut kepada Komisi C DPRD Jateng. Namun, beberapa anggota dewan menginginkan agar pembahasannya dilakukan oleh panitia khusus (pansus). Setelah disepakati, pansus tersebut diketuai oleh Bambang Eko Purnomo dengan wakil ketua Yahya Haryoko.

"Pembahasan evaluasi itu akan diserahkan kepada pansus," kata Ferry. 

Pada rapat paripurna sebelumnya (Senin, 15/10/2018), Gubernur melalui Sekda Jateng Sri Puryono menyampaikan bahwa penyertaan modal kepada BUMN/ BUMD dan Pihak Ketiga pada Tahun Anggaran 2018 mencapai Rp 3,2 triliun. Dari angka itu, modal dasar yang telah ditetapkan sekitar Rp 17,2 triliun.

"Maksud dari penyertaan modal daerah adalah untuk membantu mempercepat proses pembangunan daerah. Tujuan penyertaan modal adalah meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah dan/ atau untuk menambah pendapatan asli daerah," jelas sekda. (ariel)