Sedimentasi di Waduk Gajah Mungkur Jadi Masalah Besar
PANTAU WADUK. Alwin Basri bersama Supervisor Pelaksana Senior PLTA Wonogiri Anang Rosihan membahas ketenagalistrikan.(Foto: Teguh Prasetyo)

WONOGIRI – Dalam rangka memantau mengenai potensi ketenagalistrikan di Jawa Tengah, Komisi D DPRD Jateng berkunjung ke Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Kamis (28/3/2019).

Ketua Komisi D Alwin Basri menyampaikan, untuk waktu sekarang ini pihaknya sedang mengumpulkan data dan masukan guna menyusun revisi Perda No 8/2012 tentang Ketenagalistrikan Provinsi Jawa Tengah.

“Sebagai pihak yang berkecimpung di bidang ketenagalistrikan, masukan dari Indonesia  Power sangat diharapkan sebagai data dalam perda kita,” ujar politikus PDI Perjuangan itu saat membuka acara diskusi dengan pihak pengelola PLTA Waduk Gajah Mungkur.

Alwin menambahkan, pihaknya sedang fokus memantau pengelolaan PLTA yang ada di Jawa Tengah. Sebelumnya pihaknya sudah mengunjungi PLTA Kedungombo di Grobogan dan PLTA Jelok di Kabupaten Semarang. Beberapa hal mengenai ketersediaan air, strategi menjaga stabilitas debit air, serta pengelolaan kelistrikan akan dijadikan bahan masukan penyusunan perda.

Supervisor Pelaksana Senior PLTA Wonogiri Anang Rosihan menjelaskan PLTA Waduk Gajah Mungkur memiliki dua pembangkit dan menghasilkan daya sebeasr 12,4 MW. PLTA yang dibangun pada 3 Juni 1983 saat ini masih berpoperasi dengan baik dan aman.

Dia maenambahkan, fungsi waduk selain sebagai pembangkit listrik, juga sebagai pengendali banjir tahunan, dengan mengatur debit dari 4.000 m3 per detik menjadi 400 m3 per detik.  Sebagai irigasi wilayah Jateng dan Jatim seluas 23.000 ha dan pariwisata serta kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi D DPRD Jateng Muhammad Ngainirricardl berharap sedimentasi yang cukup tinggi di waduk yang membendung Sungai Bengawan Solo ini untuk segera ditangani. Selain itu menganai susutnya air waduk hingga 50% pada musim kemarau, perlu ada upaya serius agar pasokan air tidak menganggu operasional PLTA.

Menanggapi hal itu, Anang menyampaikan sebagai perusahaan listrik ingin PLTA beroperasi secara terus menerus. Namun, otoritas waduk dan bendungan berada pada Perum Jasa Tirta (PJT) Waduk Gajah Mungkur Wonogiri. Dalam pengelolaannya pihaknya bekerja sama dengan PJT untuk mengupayakan sebaik mungkin pengelolaan waduk agar fungsi listrik terjaga.

“Usaha struktural kita sedang membangun laserdek sebagai dam penahan dari sungai kedua, sebagai penyumbang sedimentasi terbesar. Harapannya sedimentasi tidak langsung ke waduk,” pungkasnya.(teguh/priyanto)