Target PAD dari KBH Kandeman Batang Tercapai
PANTAU KEBUN. Komisi C DPRD Jateng saat berkunjung ke Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBH) Kandeman Kabupaten Batang, Kamis (2/2/2017). (foto ariel noviandri)

BATANG - Komisi C DPRD Jateng meminta pengelola Kebun Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (KBH) Kandeman Kabupaten Batang pada tahun ini dapat mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) yang telah diturunkan dari target tahun sebelumnya. Demikian disampaikan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Jateng Tety Indarti, usai meninjau lahan kebun buah naga dan srikaya bersama anggota Komisinya dan pengelola KBH Kandeman, Kamis (2/2/2017).

"Kami memaklumi penurunan target tahun ini, menyusul kebun jeruk yang dijadikan andalan KBH Kandeman akan diremajakan pada tahun ini. Namun, kami minta target yang sudah dikurangi itu dapat dicapai," tutur politikus Partai Demokrat itu.

Selanjutnya, Tety juga mengusulkan ke depan KBH Kandeman dapat menyisihkan sebagian lahannya untuk dijadikan semacam rest area atau obyek wisata agro. Kawasan tersebut juga dapat dijadikan wahana pendidikan bagi anak-anak sekolah, berwisata sambil belajar berkebun buah serta dapat memetik buah untuk dimakan sehingga dipastikan dapat menjadi sumber PAD yang baik.

Sementara, Anggota Komisi C, Sarwono, menyoroti banyaknya jenis benih maupun produksi buah yang dilaksanakan di KBH Kandeman. Berdasarkan pengalamannya ke berbagai negara, pola yang diterapkan sangat berbeda.

Dia memberi contoh beberapa negara Asia seperti Thailand dimana pengelolaan kebun buah secara bisnis hanya mengandalakan satu dua jenis buah saja. Sehingga, penanganan tumbuh kembangnya maupun hama yang sering menggangu tanaman menjadi lebih baik.

"Kiranya perlu diterapkan di Jateng, kita punya beberapa kebun buah, mungkin perlu dipikirkan di daerah mana buah naga lebih bagus ditanam, jeruk dikembangkan di daerah mana lagi, dan seterusnya. Sehingga, masyarakat Jateng pun mengetahui harus ke kebun buah di daerah mana untuk mendapatkan benih maupun membeli buah yang siap konsumsi," kata legislator PDI Perjuangan itu.

KBH Kandeman merupakan salah satu satker di bawah naungan Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) wilayah Banyumas yang merupakan UPT Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng. KBH Kandeman yang mempunyai visi/ misi memproduksi benih berkualitas dan melayani masyarakat dengan sepenuh hati itu mengelola lahan produksi seluas 61,5 hektar, 35 hektar diantaranya untuk lahan jeruk. Produksinya, selain jeruk, juga dikembangkan buah-buahan srikaya, durian, alpukat, sirsak hingga kelengkeng.

Pada 2015, KBH Kandeman ditarget PAD Rp 301,28 juta dan dapat terealisasi Rp 605,912 juta (201,11%). Namun, pada 2016 lalu, realisasi target hanya Rp 385 juta, sama dengan target (100%). 

Menurut Kepala BBTPH wilayah Banyumas Asih Suciati pencapaian 2015 tersebut karena lahan jeruk masih dapat diandalkan. Namun, karena usia pohonnya rata-rata telah mencapai 12 tahun saat ini, produktivitasnya mulai menurun drastis pada tahun lalu. Rencananya, pada tahun ini akan diremajakan, mengingat usia produktif pohon jeruk maksimal 6 tahun.

"Oleh karena itu target PAD tahun ini juga diturunkan dari Rp 385 juta (2016) menjadi hanya Rp 300 juta (2017)," jelas Asih.

Mengenai usulan Komisi C untuk membuat rest area atau wisata agro, pihaknya sudah mengusulkan ke Dinas dan ditanggapi positif. "Malahan, saat ini desainnya sudah jadi dan siap kami laksanakan jika tersedia anggaran," katanya. 

(sunu/ariel)