UPPD Brebes Capai Target PAD
BAHAS PAD. Anggota Komisi C Ahmad Ridwan membahas pencapaian PAD di UPPD Brebes.(Foto: Sunu AP)

BREBES - Realisasi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Unit Pelayanan Pajak Daerah (UPPD) Brebes pada tahun lalu yang melampaui target (108,76%) mendapat apresiasi dari Komisi C DPRD Jateng. Apresiasi itu disampaikan oleh Anggota Komisi C, Ahmad  Ridwan, saat memimpin kunjungan kerja Komisinya, Rabu (16/1/2019).

"Kami (Komisi C) ingin terobosan-terobosan seperti Samsat Kejaksaan yang belum ada di daerah lain maupun kinerja yang cukup moncer ini diadopsi oleh UPPD lainnya di Jateng," tambah politisi PDI Perjuangan itu. 

Senada, Anggota Komisi C DPRD Jateng Ronny Renaldi Tutuarima menyampaikan kegembiraannya karena masalah personil (Sumber Daya Manusia/ SDM) di UPPD maupun Samsat di Brebes sudah teratasi.  "Prestasi sudah bagus, tolong dipertahankan," ujar Legislator Partai Nasdem itu. 

Anggota Komisi C DPRD Jateng Maria Tri Mangesti berharap kinerja dan terobosan hasil kerja kreatif dan tulus itu dapat dipertahankan. Dari realisasi pada tahun lalu yang melebihi target, menurut dia, hal itu juga menunjukkan potensi yang dapat digali lagi. 

Sedangkan terkait tunggakan, Politikus PDI Perjuangan itu menanyakan penghapusan tunggakan dan mekanismenya. "Datanya tolong juga dipaparkan secara detil, tidak hanya data tahunan tentang keberhasilan penagihan," pinta Maria. 

Masih terkait penghapusan tunggakan pajak, Anggota Komisi C dari Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng Mifta Reza Noto Prayitno mengingatkan, jika ada penghapusan tunggakan pajak, mestinya dalam pelayanan publik seperti UPPD Pemprov juga perlu memberi reward (penghargaan) kepada masyarakat yang taat pajak tepat waktu. Menanggapi saran dan masukan dewan itu, Kepala UPPD Brebes Alimin Suprapto mengaku siap melaksanakannya. 

Dalam penjelasannya, pada 2018 lalu pihaknya ditarget PAD Rp 207,615 miliar dan terrealisasi 108,76% atau Rp 225,892 miliar. Penerimaan sebesar tersebut disumbang dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB)  Rp 122,543 miliar (104,86% target) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Rp 98,024 miliar (108,23% target).  

"Realisasi penerimaan PAD tersebut sedikit meningkat (1,5 persen) dibanding realisasi PAD pada tahun sebelumnya (2017) sebesar Rp 222,360 miliar," jelas Suprapto. 

Tentang tunggakan, lanjut dia, memang selalu meningkat dari tahun ke tahun, sehari hampir 100 obyek rata-rata. Namun, ia menjamin UPPD Brebes paling bagus saat menangani penagihan tunggakan PKB maupun BBNKB. (sunu/ariel)