Usaha Jamur Tiram di Boyolali Berkembang Pesat
TINJAU JAMUR. Komisi B meninjau gudang jamur milik kelompk Usaha Tani di Boyolali.(Foto: Priskilla Tyas)

BOYOLALI – Komisi B DPRD Jateng pada Rabu (3/10/2018) mengunjungi kelompok usaha pembuatan jamur tiram “Mitra Tani” di Boyolali. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat pengembangan UMKM dalam bidang kuliner.

Rombongan Komisi B diterima Ketua Kelompok Usaha Jamur Alim Murtopo. Saat pertemuan, pimpinan rombongan Moch Boediono mengatakan, dalam perkembangan UMKM di Jawa Tengah memang dibutuhkan rasa percaya diri dan keberanian untuk memulai pengembangan usaha. Kelompok usaha pembuatan jamur tiram di Boyolali baiknya dijadikan panutan terkait proses usaha UMKM yang sudah berjalan hingga saat ini .

"Hal lain yang sama pentingnya selain pariwisata yaitu pada bidang kuliner, dimana dalam pengembangan wisata bisa sukses didukung juga dari kuliner yang dipasarkan ," kata politikus PKB tersebut.

Anggota Komisi B lainnya, Moch Ikhsan turut menambahkan, dalam pengembangan usaha diharapkan bisa mendapatkan keuntungan yang seimbang untuk pemenuhan kebutuhan pengusaha itu sendiri. Kepiawaian memproduksi hasil produk penjualan diharapkan lebih banyak daripada sisa produk yang tidak terjual. Menurut dia sisa keuntungan bersih jugaharus dipikirkan karena akan menentukan UMKM tersebut bisa dijadikan pekerjaan utama atau sampingan.

"Kemampuan produksi per pekan berapa? berapa keuntungannya, bagaimana pencapaian terkait bahan baku jamur itu sendiri," kata dia..

Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Usaha Alim Murtopo mengatakan, dalam proses perhitungan keuntungan yaitu 70 persen dan 30 persen. Secara kapasitas produksi per bulan bisa 1 kuintal setengah namun sudah menjadi bahan olahan. Petani jamur sangat sulit ditemui saat ini dan cenderung masih sedikit, sehingga di Boyolali mengembangkan sendiri jamur untuk bahan baku mereka.

"Kendala cuaca sangat berpengaruh terhadap semua proses hingga proses penjualan atau hasilnya, karena bahan baku kami sedikit dan kami sendiri yang menanam maka kami sangat bergantung pada cuaca, jika baik maka produksi hingga penjualan akan baik pula" kata Alim. (tyas/priyanto)