WEDANGAN TVRI: Borobudur Marathon 2018
LOMBA LARI. Rukma Setyabudi (kedua kanan) dalam acara Wedangan dengan tema 'Borobudur Marathon 2018' di Stasiun TVRI Jateng, Rabu (14/11/2018). (foto priyanto)

DEMAK - Gelaran 'Borobudur Marathon 2018' menjadi topik terhangat dalam acara Wedangan TVRI Jawa Tengah, Rabu (14/11/2018). Dalam dialog yang disiarkan live itu, Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi mengatakan gelaran olahraga lari tersebut dilaksanakan pada 18 November nanti.

Ia juga mengaku bangga dengan event berkelas internasional itu karena bisa meningkatkan angka kunjungan wisata ke Provinsi Jateng.

"Para peserta maupun wisatawan bisa ikut menikmati warisan dunia yakni Candi Borobudur. Kami meyakini event itu mampu meningkatkan kunjungan wisata ke Jateng dengan keragaman budayanya," kata Legislator PDI Perjuangan itu.

Ia meyakini pula, dengan naiknya angka kunjungan wisata, maka pertumbuhan ekonomi masyarakat juga meningkat. Hal itu didukung dengan semangat masyarakat setempat untuk memeriahkan 'Borobudur Marathon 2018' tersebut.

"Sangat tidak mungkin apabila para peserta cuma ingin ikut lari. Mereka pasti akan menetap dan berbelanja disana. Jadi, banyak mata rantai ekonomi masyarakat yang diuntungkan dalam event itu," ucapnya.

Hanawi Jaya, Direktur Bisnis Ritel Bank Jateng, menjelaskan bahwa event itu untuk mendukung sektor kepariwisataan di Provinsi Jateng sekaligus melirik olahragawan nasional yang berprestasi. Pihaknya berharap event olahraga tersebut dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.

Soal peserta, kata dia, sebagian besar berasal dari luar Provinsi Jateng. Datanya mencatat, sekitar 23% peserta berasal dari Jakarta. Tidak hanya peserta nasional, event itu juga menarik minat peserta mancanegara.

Tercatat, ada 164 negara yang sudah mendaftar. Dari ratusan negara itu, negara Malaysia menjadi peserta dengan jumlah terbesar yakni 79 orang, disusul Singapura, dan Amerika Serikat. Diperkirakan, total peserta sekitar 10.000 orang.

"Total hadiahnya sekitar Rp 2,5 miliar. Untuk jalur yang ditempuh, nantinya melewati perkampungan yang bertujuan untuk menampilkan kearifan budaya lokal setempat. Warga perkampungan jugansudah siap untuk memberikan semangat kepada peserta maraton," jelas Hanawi, yang mewakili Bank Jateng selaku penyelenggara dalam 'Borobudur Marathon 2018'.

Senada, Sekretaris Perusahaan Bank Jateng Suharto mengatakan kesenian daerah yang ditampilkan tidak hanya dari budaya lokal setempat tapi juga dari daerah lain. Kondisi itu sangat menguntungkan Provinai Jateng karena bisa menampilkan beragam budaya dan keseniannya.

"Kami berharap event itu akan berlangsung meriah, tidak hanya bagi masyarakat Jateng tapi juga untuk Indonesia," kata Suharto. (ariel)​