LAPORAN RESES FRAKSI PARTAI GERINDRA
Anisa Devy Ika Natalia. (foto teguh prasetyo)

​GEDUNG BERLIAN - Dalam temuan hasil reses Fraksi Partai Gerindra setebal 10 halaman antara lain tentang masih banyak warga yang belum merekam KTP Elektronik. Untuk itu, hal tersebut harus diselesaikan Pemprov Jateng agar seluruh masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pilkada Serentak 2017 nanti.

Kemudian tentang sosialisasi Perda Perlindungan Petani yang masih kurang perlu ditingkatkan, mengingat beraneka masalah pertanian dan yang dihadapi petani cukup kompleks. "Juga ada sekitar 450 pendamping lokal desa yang nasibnya tidak jelas. Pemprov perlu memberi kepastian mereka yang sudah lolos seleksi karena di provinsi lain sudah dikaryakan," kata juru bicara fraksi, Anisa Devy Ika Natalia dalam sidang paripurna, Jumat (15/12/2016).

Sosialisasi kartu tani, kata dia, sepenuhnya pun belum dipahami masyarakat petani kita. Bahkan, mereka bingung memanfaatkannya. 

Masih banyak juga petani yang belum memiliki kartu tani sehingga mereka tidak mempunyai akses untuk mendapatkan pupuk bersubsidi. "Lebih parah lagi distribusinya dikuasai oleh orang yang bukan petani, atau memiliki kartu tani padahal bukan petani pula," ujarnya.

Permasalahan rob yang selalu terjadi di kawasan pantura, bencana alam akibat anomali cuaca yang masih sering terjadi sepanjang 2016 maupun realisasi program pembuatan embung yang didambakan masyarakat, juga perlu menjadi keseriusan Gubernur Ganjar Pranowo. Selanjutnya masalah kesejahteraan masyarakat antara lain program bantuan rumah tidak layak huni (RTLH) yang mencapai 1,7 juta rumah, fasilitasi ambulans di setiap desa, serta nasib guru honorer yang gajinya tidak manusiawi dan tidak sebanding dengan beban mereka. 

"Fraksi Gerindra menyampaikan aspirasi masyarakat seperti tersebut agar bisa ditindaklanjuti dengan aksi nyata pemprov Jateng," katanya. (sunu/ariel)