Masyarakat Menunggu Rute KA Kamandaka Cilacap-Semarang
KERETA API. Jajaran Komisi D berdiskusi mengenai rute kereta api ke Cilacap.(Foto: Teguh Prasetyo)

BANYUMAS – Sudah cukup lama masyarakat Cilacap menyampaikan keinginannya supaya rute Kereta api (KA) Kamandaka diperpanjang hingga Cilacap. Aspirasi tersebut terus disampaikan kepada Anggota DPRD Jateng dan juga Pemkab Cilacap.

"Pada realitanya Kereta Kamandaka benar-benar membantu baik barang dan manusia dari Purwokerto dan Semarang.  Anggota DPRD Jateng Dapil VIII Pak Samirun, Bu Hartinah, dan Pak Mustolikh, setiap kali masa reses selalu diminta untuk mendorong operasi rute Kamandaka sampai Cilacap,” jelas Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng Hadi Santoso dalam kunjungan kerja Komisi D DPRD Jateng ke Daerah Operasi V PT Kereta Api Indonesia di Banyumas, Kamis (29/4/2018).

Hadi menyampaikan, acara kunjungan tersebut bertujuan untuk mengumpulkan berbagai pihak diantaranya PT KAI, Pemprov Jateng, Pemkab Cilacap dan pihak terkait guna membahas realisasi rute Kereta Kamandaka sampai Cilacap.

"Harapan dari diskusi ini, kita bisa mencari apa saja yang bisa mempercepat kereta api bisa terlaksana sehingga bisa membantu realisasinya,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, Vice President Daop V Purwokerto Ida Hidayati menjelaskan, pihaknya sudah melakukan kajian mengenai perpanjangan rute Kereta Kamandaka sampai Cilacap. Secara garis besar sulit untuk direalisasikan pada 2018. Mengingat beberapa hal di antaranya harus melakukan penambahan SDM sedangkan belum masuk penganggaran 2018.

“Kami pada saat ini hanya bisa mengoperasikan menarik kereta yang ada di Purwokerto kami tarik ke Cilacap tanpa mengubah jadwal yang ada. Jadwal kedatangan kereta dari semarang pukul 17.00, sampai pwt itu pukul 00.00. Tanpa mengubah jadwal, kereta bisa berangkat dari cilacap jam 3.06 pagi. Siapa yang mau berangkat jam segitu,” jelas Ida.

Selanjutnya, Ida menambahkan perjalanan kereta itu mengacu pada grafik perjalanan kereta api (GPK). GPK dikeluarkan oleh kantor pusat satu tahun sekali untuk seluruh wilayah kereta api.

“Kalau Kamandaka mau dioperasikan sampai cilacap, kami harus usul dulu pada kantor pusat agar slot diakomodir,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dishub Cilacap Tulus Wibowo menyampaikan, masyarakat Cilacap iri karena punya stasiun tapi hanya untuk mengangkut tangki minyak, semen dan pupuk. Kemudian, tingkat kesetresan masyarakat cukup tinggi dan prediksi waktu juga tidak menentu dengan transportasi jalur darat.

“Kalau toh penarikan dari Cilacap tidak memungkinkan, maka kalau bisa sampai kroya saja. Di Kroya, animo masyarakat ke Semarang cukup tinggi. Jika ditarik rute dari Purwokerto sampai Kroya hanya sekitar 25 menit,” imbuhnya. (teguh/priyanto)