PANDANGAN UMUM RAPBD 2017: Fraksi GERINDRA

GEDUNG BERLIAN - Fraksi Partai Gerindra menyoroti angka kemiskinan di Jateng yang masih tinggi yaitu 4,507 juta jiwa atau 13,32%. Hal itu menjadi pekerjaan rumah Gubernur untuk menurunkannya. 

Apalagi, tambahan 1,1 juta jiwa tersebut (dari 4,506 juta jiwa) terjadi pada September atau akhir 2016. "Hakekat pembangunan adalah untuk kesejahteraan masyarakat, salah satu indikatornya adalah penurunan kemiskinan. Yang terjadi di Jateng malah sebaliknya. Mohon penjelasan saudara Gubernur," ungkap juru bicara Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng Sugiarto dalam Rapat Paripurna, Jumat (25/11/2016).

Mengenai tingkat pengangguran terbuka (TPT), kata dia, secara prosentase menurun 0,36% dibanding 2015. Namun, yang terjadi hanyalah peralihan angkatan kerja. 

"Maka tak aneh jika TPT berkurang tapi angka kemiskinan masih tinggi," jelas Sugiarto.

Khusus pendapatan daerah yang mencapai Rp 23,059 triliun atau meningkat Rp 1,030 triliun dibanding 2016 yang hanya Rp 22,026 triliun, Fraksi Partai Gerindra mempertanyakan target PAD 2017 Rp 11,967 triliun yang malah turun dibanding 2016 sebesar Rp 13,810 triliun. Mengapa target PAD diturunkan, padahal pencapaian PAD yang tidak memenuhi target menunjukkan pemprov kurang kreatif dan tidak inovatif saat menggali potensi PAD.

"Oleh karena itu, kinerja Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (PPAD) perlu dievaluasi dan itu harus menjadi catatan serius bagi saudara Gubernur," tambahnya. (sunu/ariel)