Pansus RPJMD Studi Banding ke DPRD DKI
PANSUS RPJMD. Pansus Realisasi RPJMD Jateng melakukan studi banding ke Kantor DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). (foto choirul amin)

JAKARTA - Pansus Realisasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jateng melakukan studi banding ke Kantor DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (14/1/2019). Dalam pertemuan itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik memaparkan sepintas mengenai rencana pembangunan di Jakarta.

Ia juga menjelaskan soal penataan rencana strategis dari pendapatan maupun pembiayaan yang akan dilaksanakan periode mendatang. "Sebenarnya, RPJMD itu posisinya punya eksekutif, ranah DPRD hanya mengesahkan. Namun, DPRD disini memberikan penguatan apa-apa yang direncanakan. Kontrol Dewan memegang peranan penting," ujarnya.

Mendengar hal itu, Ketua Pansus RPJMD Jateng Abdul Aziz mengungkapkan isu-isu strategis memang menjadi kewenangan pemprov untuk menganalisa sebagai dasar penyusunan kebijakan. Untuk itu, penentuan target indikator makro dalam RPJMD harus berdasar kajian mendalam sehingga target yang diterapkan merupakan target yang terukur dan rasional.

“Termasuk di dalamnya indikator kemiskinan dan pengangguran," ujarnya, yang juga Anggota Komisi D dari Fraksi PPP DPRD Jateng itu.

Dari catatan Pansus Realisasi RPJMD, hingga 2024 terjadi masa transisi berkaitan dengan periode jabatan presiden dan gubernur sehingga RPJMD di tingkat provinsi perlu senantiasa memahami arah pembangunan nasional. Untuk Provinsi Jateng, paling lambat pada awal Februari sudah ada kesepakatan antara DPRD dan Gubernur untuk penetapan Perda RPJMD. (amin/ariel)