Set. DPRD Jateng Komitmen Pertahankan Penghargaan KPK
TERIMA AWARD. Sekwan Jateng Ign Indra Surya bersama Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi berpose dengan piala dan sertifikat usai menerima penghargaan LHKPN dari KPK RI di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (5/12/2018). (foto rahmat yasir widayat)

​JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penghargaan kepada DPRD Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait Laporan Hasil Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) dan gratifikasi dalam peringatan Hari Korupsi Sedunia (Hakordia) di Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (5/12/2018). Penghargaan berpasangan antara Pemda dan DPRD ini merupakan satu-satunya yang diberikan KPK atas kriteria jumlah wajib lapor, ketepatan waktu pelaporan, kepatuhan pelaporan dan jumlah wajib lapor secara online.

Sekretaris DPRD Jateng Drs.Ign. Indrasurya M.Hum menyambut gembira atas prestasi yang diraih DPRD Jateng itu. Menurut dia, pencapaian itu merupakan kerja keras yang terstruktur dan saling bersinergi atas semua pihak dalam menjalankan sistem pelaporan LHKPN.

Keberhasilan itu tidak lepas dari upaya DPRD Jateng dalam mempelopori Parlemen Modern dan Terbuka pada 2015. Kader-kader tunas integritas dari DPRD Jateng dihasilkan melalui kursus-kursus berkala yang bekerjasama dengan KPK secara langsung.

“Ini memuaskan, karena Pemprov Jateng juga mendapatkan penghargaan yang sama, artinya kita bisa saling mengimbangi dan merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan sehingga kita bisa menuju pada cita-cita Indonesia bebas korupsi’, kata Indra Surya.

Dengan capaian itu sekwan berkomitmen untuk tetap mempertahankan prestasi dengan cara secara konsisten memberikan pendampingan kepada semua pihak dilingkungan Sekretariat DPRD. Bagaimanapun, lanjut dia, sebuah sistem telah terbangun dengan tidak bisa berdiri sendiri. Karena itu sub-sub sistem yang lain harus didorong berjalan dengan baik.

"Sebagai admin kami harus secara aktif mengingatkan dengan berkoordinasi dengan pimpinan melalui mekanisme,pendampingan, teguran dan permohonan sesuai dengan mekanisme yang berlaku”, tutupnya. (teguh/rahmat)